Menuju Pendidikan Berkualitas

By Administrator 01 Des 2018, 09:39:37 WIB Pengumuman

Universitas Hamzanwadi, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Nusa Tenggara Barat, bekerjasama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) dan Persatuan Konselor dan Pembimbing Malaysia, sukses menyelenggarakan seminar International Conference on Conseling and Education (ICCE) 2015.

Seminar bertemakan “Conseling and Education with Technology : Real Life, Virtual Context” dan dilaksanakan tanggal 3-4 Juni 2015 di Hotel Grand Legi Mataram.

Ketua Universitas Hamzanwadi,Ir Hj Siti Rohmi Djalillah mengatakan, pihaknya akan komitmen menyelenggarakan acara ini setiap tahun. Konseling sangat membantu dalam proses pendidikan.

“Dengan menghadirkan pembicara dari lima negara dengan skala internasional,” katanya.

Dijelaskan, Universitas Hamzanwadi optimis mampu mencapai target. Seminar internasional membicarakan pendidikan yang berkualitas, pembangunan karakter menjadi lebih baik kedepan. Lima negara yang terlibat antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan Indonesia. Lima negara akan saling bertukar informasi dan pengalaman.

“Selanjutnya bisa di kembangkan di masing-masing daerah sesuai kondisi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, berbicara tentang konseling, adalah strategi yang luar biasa dalam memfasilitasi proses pendidikan. Kualitas pendidikan sangat tergantung dengan keberadaan konseling. Begitu pula dengan teknologi, sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Agar tidak tertinggal dengan negara lainnya.

“Sayangnya di negara kita konseling belum dipandang sebagai sesuatu yang sangat vital,” imbuhnya.

Ditambahkan, dengan siswa belajar langsung asal muasal suatu komoditi. Akan memahami secara keseluruhan ilmunya. Bila ingin maju, maka perlu mengambil hal-hal baik dan dikombinasikan dengan hal-hal baik di negara sendiri. “Mereka juga mengambil pelajaran dari kita. Keberagaman kita di sumber daya alam, kebudayaan adalah kelebihan kita dibanding negara lain seperti Singapura,” tuturnya.

Ketika Singapura sukses dengan sektor perdagangan, lanjut dia, maka Indonesia harus sukses dengan maritimnya. Ini harus dimaksimalkan dengan baik, untuk membuat masyarakat dan generasi mudanya terus berjuang.

“Jangan pernah kita merasa minder. Justru banyak negara lain yang minder dengan kekayaan kita ini,” jelasnya.

Ketua Universitas Hamzanwadi menegaskan, tidak ingin melihat kekurangan pendidikan sebagai kondisi holistik. Kekurangan harus diperbaiki bersama.

“Harus benar-benar profesional. Pisahkan kedua hal itu, antara politik dan pendidikan,” tegasnya.