Universitas Hamzanwadi Eksis di ASEAN

By Administrator 13 Mei 2016, 00:00:17 WIB Pengumuman

Seminar Internasional sukses digelar Universitas Hamzanwadi beberapa waktu lalu. Kegiatan yang melibatkan lima negara ini menghasilkan banyak rekomendasi. Ada rekomendasi terkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun pada pengembangan pengelolaan perguruan tinggi.

Wakil Ketua III Universitas Hamzanwadi Musifuddin, selaku penganggung jawab kegiatan mengatakan, ini adalah bentuk komitmen Universitas Hamzanwadi untuk senantiasa menjaga dan mengembangkan kualitas. Baik proses maupun penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Hubungan kerja sama yang kami bangun dengan beberapa negara ASEAN yakni Singapura, Thailand, Malaysia, dan Brunai Darussalam,” katanya.

Dijelaskan, kerja sama itu dalam bentuk pengembangan sumberdaya dosen dan mahasiswa, serta research. Secara kongkret, kerja sama tersebut dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, serta mengadakan penelitian bersama antara Universitas Hamzanwadi dengan perguruan tinggi mitra.

Selain itu, ini dijadikan sarana mengembangkan penyelenggaraan pengelolaan Universitas Hamzanwadi supaya setara dengan pendidikan tinggi di. Singapura dalam kancah internasional masuk posisi pendidikan berkelas dunia.

Tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk mengejar ketinggalan. Sementara itu salah seorang delegasi dari Malaysia Prof. Madya Dr Noor Aznina Ishak yakni berasal dari Universitas Utara Malaysia (UUM) menuturkan, pihaknya akan mengundang Universitas Hamzanwadi ke Malaysia. Ini untuk sharing ilmu pengetahuan, pengadaan workshop maupun seminar serta menjadi pembicara.

“Setelah kami berkunjung kesini, ternyata banyak keunggulan yang kami lihat. Kami merasa tertarik,” tutur Noor.

Senada disampaikan Sekretaris Persatuan Pembimbing dan Kounselor Malaysia M Safuan mengatakan, pihaknya mengkonfirmasi Ketua Universitas Hamzanwadi Ir Hj Siti Romi Djalilah MPd. Dikatakan, Universitas Hamzanwadi sudah menugaskan tim, supaya segera berangkat berkunjung ke perguruan tinggi mitra. “Studi komparasi, sehingga penandatanganan nota kesepahaman dapat diimplementasikan segera,” ucapnya.

“Sebab bagi saya menjaga kualitas dan mengembangkannya adalah keniscayaan yang harus terus dibangun agar kita tetap survive,” sambungnya.